By Foundation of Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA

Pengembangan Program dan Format Siaran Lembaga Penyiaran Komunitas

Oleh Andrik Purwasito

[1]Ketua Jaringan Nasional Pemantau Media

 

Mengapa Perlu programasi isi siaran?

Community Broadcasting, merupakan amanah komunitas yang bekerja bukan untuk mencari keuntungan. Tetapi meraih keuntungan yang bersifat soaial yakni sebagai lembaga penyiaran yang membawakan semangat perubahan, komunikasi dan informasi komunitas dan hiburan.

Publik lembaga penyiaran komunitas sangat terbatas dan mempunyai daa pancar yang sangat terbatas pula. Meskipun terbatas komitment lembaga penyiaran komunitas untuk memenuhi community concern dan community interest tetap menjadi unggulan, yakni membuat kualitas isi siaran yang diminati oleh masyarakat.

Isi siaran yang diminati oleh masyarakat sudah sangat jelas karena disusun oleh masyarakat komunitas itu sendiri.

Oleh karena alasan tersebut, perlu pengaturan (manajemen) materi siaran yang dapat memuaskan para pendengar atau pemirsa. Inilah pengertian minimal dari apa yang disebut programming.

                                   

Dalam hal apa programasi?

1. Merencanakan program harian.

Meskipun hal ini membutuhkan suatu konsultasi dengan masyarakat setidaknya lembaga penyiaran komunitas wajib mempelajari kebutuhan dan kepentingan masyarakat yang sangat beragam. Biasanya, pembagian programasi harian terdiri atas lima bagian.  Secara professional programasi mempunyai pembagian seperti di bawah ini :

Morning Drive  (05.00-10.00)                                      

Daytime (10.00-15.00)

Afternoon Drive (15.00-19.00)                                      

Night-time (20.00-24.00)                                    

Overnight (Lewat tengah malam)

 

2. Selera yang Berkesinambungan.

Program yang dipilih dari sejak sign on sampai sign off, haruslah didasarkan aktifitas dan kegiatan masyarakat pendengarnya. Apabila materi acara yang tidak disukai atau menempatkan acara yang tidak tepat pada waktunya maka pendengar/pemirsa komunitas tidak akan tune in di sana. Selain pemirsa/pendengar adalah raja yang punya kewenangan untuk memilih program, yang penting programasi harus melibatkan  community.

  1. 3.   Carilah kekhasan

Kompetisi dan tingkat persaingan yang tinggi dalam dunia penyiaran, maka programasi lembaga penyiaran komunitas mempunyai keunikan. Jangan mencopy paste sebagaimana lembaga penyiaran swasta yang secara visi dan missi berbeda. Dalam memandang kompetisi  ini kunci programasi menjadi andalan, baik dengan mengembangkan keunikan komunitas juga kemampuan membangun stasiun jaringan dengan networking yang luas dan kuat.

Pendek kata, pengelola stasiun penyiaran komunitas harus menyuguhkan sesuatu yang unik dan khas. Berani tampil beda. Kreativitas insane komunitas menjadi fondasi untuk merebut public komunitasnya.

4. Ide segar, bagus dan kreatif

Ide-ide segar selalu dibutuhkan untuk menarik komunitas tetap tunning di stasiun anda. Hal ini memang dibutuhkan riset  rating sederhana. Fungsi programasi menjadi penting karena harus program baru sesuai dinamika komunitas yang terus menerus perlu dipenuhi. Lembaga penyiaran komunitas mempunyai kebebasan yang seluas-luasnya terhadap programasi tetapi harus tetap berpedoman pada Pedoman perilaku penyiaran dan Standar program Siaran yang merupakan Peraturan KPI untuk penyelenggaraan isi siaran.

5. Menjaga stabilitas jadwal program       

Kesenangan dan terpenuhinya komunitas akan isi siaran biasanya dilihat dari respon-respon. Suara komunitas harus menjadi referensi bagi programator untuk menyusun programasi. Jangan semaunya pengelola, meskipun pada prakteknya komunitas juga sangat jarang mempunyai kepedulian terhadap lembaga penyiaran komunitas, terutama dalam iuran untuk biaya operasional.

Maka itu, iklan layanan masyarakat dapat dijadikan sebagai alternative pembiayaan.

 6. Sulit diukur Keberhasilan Program

Setiap pengelola program harus sadar bahwa format acara lembaga penyiaran komunitas sekali lagi saya tekankan berlandaskan kebutuhan dan kepentingan komunitas. Selera komunitas sangat heterogen. Tidak ada rumus yang pasti untuk memprediksikan kepuasan publik atas program yang berhasil.

Kalau perlu menyelenggarakan kerjasama dengan berbagai pihak untuk programasi off air, kegiatan sosial  serta visi misi komunitas harus jelas terimplementasi dalam programation. Mememnuhi keinginan dan kepuasan seluruh komunitas adalah suatu hal yang mustahil, tetapi memenuhi kebutuhan informasi dan hiburan dalam komunitas yang kecil akan tetap pasti bisa dilakukan.

Mengapa perlu Visi dan Misi?

1. Wajib tahu Tujuan Penyiaran

Kiat-kiat mengembangkan format siaran harus sesuai dengan Visi dan Misi lembaga penyiaran komunitas. Untuk membangun visi dan misi haruslah disesuaikan dengan semangat UU 32 tahun 2002 tentang penyiaran. Hukumnya wajib bagi setiap pengelola siaran komunitas untuk menyelenggarakan siaran sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Seperti halnya tertera undang-undang penyiaran tujuan penyiaran yaitu memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia (pasal 3).

2. Wajib tahu Fungsi Radio dan Televisi

Selain itu juga harus diselaraskan dengan fungsi lembaga penyiaran sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol   dan perekat sosial. Selain itu, juga menjalankan fungsi ekonomi dan kebudayaan (pasal 4).

3. Wajib tahu Arah Penyiaran

Visi dan misi lembaga penyiaran haruslah diarahkan untuk : menjunjung tinggi pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; menjaga dan meningkatkan moralitas dan nilai-nilai agama serta jati diri bangsa; meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjaga dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa meningkatkan kesadaran ketaatan hukum dan disiplin nasional; menyalurkan pendapat umum serta mendorong peran aktif masyarakat dalam pembangunan nasional dan daerah serta melestarikan lingkungan hidup; mencegah monopoli kepemilikan dan mendukung persaingan yang sehat di bidang penyiaran; mendorong peningkatan kemampuan perekonomian nakyat, mewujudkan pemerataan, dan memperkuat daya saing barigsa dalam era globalisasi; memberikan inforniasi yang benar, seimbang, dan bertanggung jawab; memajukan kebudayaan nasional.

Sekian Terima kasih. Semoga bermanfaat.

 


[1]Makalah disampaikan dalam acara Seminar Sehari di LPPM Semarang, tanggal 21 Nopember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s