By Foundation of Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA

Semiology on Communication Studies

ANALISIS SEMIOLOGI KOMUNIKASI

Versi Andrik Purwasito

Artikel ini merupakan perkembangan terakhir (2010) metoda analisis menggunakan semiologi komunikasi, diperuntukkan bagi mahasiswa ilmu komunikasi, khususnya bagi mereka yang menempuh Metoda Penelitian Komunikasi. Selamat belajar dan apabila ada yang perlu ditanyakan silakan anda menulis di buku tanggapan web ini. Terima kasih

Abstrak :

This subyect is based on my research during plus one decade about semiotic on communication studies. The my first books publied in 2001, titled “Semiologi Komunikasi,” try to explain how semiotic, called on france language semiology, can used for analyzing the message in the process of communication. Finally, we find nine formulas (fondaments) as a methode of analyse, the obyectives is how we explore “the sign” or defining “the meaning” of the message. Based on our research we believe that semiotic is very usefull for understand of the world meaning of message on mass communication studies.

Keyword: message, sign, meaning, contex, conotation, denotation, space and time.
1. Apa itu Semiologi Komunikasi?

Semiologi atau semiotika,  adalah interpretasi terhadap teks. Semua produk manusia (seni, sastra, teknologi) baik yang material dan immaterial, seluruh proses keberlangsungan produksi didefinisikan sebagai sebuah teks. Jadi, semiologi komunikasi adalah pisau bedah atau metoda tafsir terhadap pesan komunikasi, yang disebut Roland Barthes, dalam bukunya L’Aventure Semiologique sebagai semiologi pragmatik atau semiologi komunikasi.

Komunikasi didefinisikan sebagai pertukaran pesan. Seluruh kegiatan manusia, dari proses sampai taraf mencapai hasilnya selalu di dalamnya memuat pesan-pesan. Jadi, semiologi komunikasi adalah interpretasi terhadap seluruh kegiatan pertukaran pesan. Baik dalam konteks tinggi (high contex) maupun konteks rendah (low contex).

Bedakan dengan hermenotik yang dikenal juga sebagai studi yang mempelajari interpretasi terhadap tindakan dan teks, perasaan dan pemaknaan orang terhadap orang lain, (“understanding another person’s feelings and meanings), studi makna dari suatu peristiwa atau sebuah episode (understanding the meaning of an episode or event), penerjemahan tindakan kelompok dalam kerangka berpikir yang dapat dimengerti oleh kelompok yang lain (translating the actions of a group into terms understandable to outsiders), atau menemukan arti atau makna dalam teks (or uncovering the meaning of a written texts) baca : Clifford Geertz, The Interpretation of Culures, Hutchinson & CO Publisher LTD, London, 1974, versi  Indonesia dengan judul Tafsir Kebudayaan, oleh Yayasan Kanisius Yogyakarta, 1992

2. Pesan

Pesan adalah isi yang dipertukarkan dalam komunikasi. Pesan selalu berwujud Tanda. Tanda-tanda yang dipertukarkan selain mempunyai makna tunggal (denotatif) sifatnya, tetapi juga mempunyai banyak sekali makna (konotatif). Karena bersifat konotatif, pesan harus dipastikan makna apa yang sesungguhnya dimaksudkan dalam tindak komunikasi dimaksud.

3. Kerangka Berpikir

Pesan dalam pengertian semiologi komunikasi dipahami sebagai Tanda yang menjadi unit analysisnya. Tanda adalah bentuk yang menandai atas rujukan. Jadi, tanda (tulisan, gambar, suara, warna, ucapan, bau, gerak, peristiwa, dialog, rapat, demonstrasi, berkelahi) adalah wujud tanda yang dapat dicerap oleh pancaindera (signifier), sering disebut sebagai Penandanya. Sedangkan tanda tersebut mempunyai rujukan yang secara nyata merupakan isi pesan yang sesungguhnya, yang sering disebut Petanda.

Meskipun keduanya, yaitu Penandanya sesuka hati saja untuk menandai Petandanya. Difat ini disebut arbitrair (suka-suka saja). Misalnya, petandanya itu kematian. Di Yogya, penandanya bendera Putih, kalau di Solo Merah, ditempat lain berwarna Hitam. Meaningnya menunjuk pada pesan yang sama, yaitu ada peristiwa kematian.

3. Unit Analysis

Pesan dalam Semiologi komunikasi disebut Tanda. Tanda merupakan bentuk fisik (langage) dan bentuk pengucapan (parole). Dengan begitu analisis terhadap meaning (makna) pesan yang dipertukarkan, hanya bertumpu pada dua bentuk pesan,sebagai  unit analisis, sebagai juga bahan data utama (korpus), yaitu Pesan dalam bentuk 1. Verbal dan kedua (2) Pesan dalam bentuk Non-Verbal.

4.  Metode Analysis

Metode analisis semiologi komunikasi didasarkan atas beberapa pengujian. Andrik Purwasito menemukan formula sederhana untuk menguji pesan sampai pada mendekati meaning yang sesungguhnya. Kaidah atau formula tersebut terdiri atas 7 pengujian utama (sebelumnya disebutkan ada 9 pengujian). Artinya untuk sampai pada makna tertentu, Tanda harus diuji melalui 7 tahapan sebagai berikut :

  1. Partisipan Komunikasi
  2. Konteks Komunikasi
  3. Fungsi Tanda
  4. Bentuk Fisik Non-Fisik Tanda
  5. Intertekstual Tanda
  6. Intersubyektivitas Makna
  7. Intelektualitas Penafsir

5. Daftar Bacaan

Barthes, Roland, L’Aventure Semiologique, Editions du Seuil, Paris, 1985 Berger, Arthur Asa Tanda-tanda dalam Kebudayaan Kontemporer, Tiara Wacana, Yogyakarta, Juni 2000. Eco, Umberto “Introduction: Toward a Logic of Culture” dalam Theory of Semiotics, Indiana University Press, 1976, terjemahan, dalam Panuti Sudjiman adan Aart van Zoest, Serba-Serbi Semiotika, Gramedia, Jakarta, 1992

Fagen, Richard R Politics and Communication, Little, Brown and Company, Canada, 1966, Geertz, Clifford, The Interpretation of Cultures, Hutchinson & CO Publisher LTD, London, 1974, versi Indonesia dengan judul Tafsir Kebudayaan, oleh Yayasan Kanisius Yogyakarta, 1992

Happy Fun Communication Land, Web-site, Turorial: Signs and Languages, download internet, 2001, Hjelmslev, Louis, Prolegomena to a Theory of Language. Terjemahan oleh Francis J. Whitfield University of Wisconsin Press, Madison, 1961, ………………………., Essais linguistiques, Edition Minuit, Paris, 1971

Kurniawan, Semiologi Roland Barthes, Yayasan Indonesiatera,  Magelang, 2001, Littlejohn, Sthephen W and Roberta Gray, Theories  of Human Communication, Edisi ke 5,  Wadsworth Publishing Company, Belmont, 1996

Mounain, G. “Communication linquistique humaine et communication non linguistique animale,” Les Temps Modernes, avril-mai 1960, Zoest, Aart van “Interpretation et Semiotique,” dalam A. Vibodi Varga, ed, dalam J. Picard et all, Theorie de la Litterature, Paris, 1981, terjemahan, “Interpretasi dan Semiotika,” dalam Sudiman dan Zoest, 1992

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s