By Foundation of Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA

Doing These, Scription, Dissertation on Message Studies

by Andrik Purwasito on Saturday, January 1, 2011 at 8:52pm
Kura-kura Sukuh

Bagi yang membutuhkan/Andrik Purwasito

Pengantar

Membuat karya ilmiah (tesis, skripsi,disertasi) seperti membuat Roti. Sebelum membuat keduanya membutuhkan bahan-bahan dan resepnya serta peralatan. Bahan-bahan roti dapat dibeli, begitu juga karya ilmiah referensi dapat dibeli lewat on-line (terutama paper dan jurnal ilmiah), buku-buku cetakan atau foto copy. Skripsi misalnya membutuhkan sedikitnya 5 jurnal internasional, 5 jurnal nasional, 5 paper on-line, 15 buku teori, referensi dll. Untuk tesis pastinya lebih dari itu, 5 kali lipat sedangkan untuk doktor setidaknya 10 kali lipatnya. Semua bahan itu memuat resep, peralatan dan bahan-bahan itu sendiri. Itu standar minimal, lebih banyak referenci juga akan lebih baik. Semua memang tergantung dari jenis, tema dan subyek kajian yang dikerjakan. Itu hanya patokan yang saya anjurkan, terserah Anda saja.

Dengan kata lain, bahan yang cukup lengkap akan biasanya memudahkan dalam pengolahan (analisis) dan pada umumnya menghasilkan roti (karya ilmiah) yang lebih enak (karya berbobot) dan disajikan dengan lebih apik (percaya diri).

Membuat Latar Belakang dan Merumuskan Masalah

Ajukan asumsi-asumsi, praduga, disertai dengan fakta-fakta awal. Semakin banyak anda menyuguhkan data dan fakta awal, semakin banyak anda mendapatkan asumsi, semakin anda mudah merumuskan masalah yang akan anda kerjakan. Biasanya data dan fakta diambil dari observasi dan data yang telah diterbitkan (penelusuran karya-karya sebelumnya) yang memberikan beberapa gambaran dan kesimpulan yang anda sikapi dengan menggunakan logika Rene Descartes, Je pense donc je suis, maka ragukanlah apa yang telah ada, atau apa yang dicapai oleh orang lain itu, karena Anda punya pikiran (je pense) dan sudut pandang sendiri (je suis) yang akan anda buktikan kebenarannya dengan penelitian dan cara anda sendiri itu. Ketika anda meragukan sesuatu yang telah dicapai, data yag ada, fakta yang anda temukan, bahkan teori yang ada, maka anda boleh menolak, boleh menerima dan boleh meragukan, yang selanjutnya pekerjaan anda adalah merumuskan masalah tersebut (yang anda ragukan, yang anda tolak) kedalam perumusan (kalimat sederhana) yang jelas, berupa pernyataan (hipotesis) atau pertanyaan terbuka (untuk anda cari jawabnya dalam penelitian selanjutnya). Dengan tinjuauan pustaka luas, maka karya anda terhindar dari Plagiasi dan anda harus bangga karena karya anda adalah karya asli.

Dengan adanya data dan fakta awal, anda dapat menyusun serial (cerita berkaitan) terhadap fakta-fakta yang selanjutnya menuntun anda untuk mengungkapkan dengan gaya anda sendiri, dengan cara anda sendiri, namun harus tetap berpegang pada 3 hal : suatu karya perlu disusun secara sistematis, menggunakan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan serta membangun kesimpulan yang sifatnya dapat diterima oleh akal sehat (generalisasi).

Persoalan Analisis Data

Apabila anda mengambil jenis kuantitatif, semua analisis telah dirumuskan dan anda tinggal memilih yang paling sesuai dengan subyek yang anda teliti. Sedangkan bagi analisis kualitatif, perlu disebutkan secara rinci tahapan dari cara pengumpulan data, teori dan pendekatan yang anda pakai, katagori untuk menjawab persoalan yang anda ajukan, serta

dibutuhkan teknik analisis kualitatif yang anda bisa susun sendiri berdasarkan pandangan dan cara kerja yang pernah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya.

Analisis dalam penelitian kualitatif lebih bersifat terbuka, dan anda dapat membuat formulasi dengan berlandaskan akal sehat (logika berpikir yang lurus). Bagi mahasiswa yang mengambil Semiologi Komunikasi, khususnya yang menggunakan <span>studi pesan </span> (Message Studies ) dari hasil pemikiran saya, anda diwajibkan untuk mengetengahkan :

1. menjelaskan konsep dan teori komunikasi

2. menjelaskan konsep dan teori semiotika

3. menjelaskan konsep dan teori message studies

4. menjelaskan teknik interpretasi terhadap pesan

Pada dasarnya message studies adalah suatu studi tentang rekayasa pesan (message engeenering) berangkat dari asumsi bahwa pada dasarnya semua pesan dibangun oleh Komunikator berdasarkan referensinya (latar budaya, latar intelektual, latar ruang dan waktu). Realitas dan fakta yang dicerap tidak selamanya dapat dikomunikasikan apa adanya, karena melalui proses encoding ( dari kacamata) oleh source (komunikator). Bagaimana proses encoding tersebut terjadi, merupakan salah satu sisi kajian messages studies, di bagian sisi yang lain adalah bagaimana receiver (komunikan) mellalui proses decoding memberi interpretasi terhadap pesan, juga didasarkan atas referensi dari komunikannya itu sendiri. Landasar teori semiotika de Saussure digunakan dalam proses ini, yakni bahwa semua tanda bersifat arbitrair (semena-mena).

Penutup

Sekian beberapa catatan, semoga dapat dijadikan pertimbangan ketika anda menemui kesulitan dalam mengawali membangun proposal penelitian. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s