By Foundation of Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA

What is Communication

Prinsip Sederhana Memahami Komunikasi/Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA

Komunikasi adalah suatu proses pertukaran pesan antara partisipan dalam suatu tindak komunikasi.  Hal itu dapat dijelaskan  melalui adagium Harold Lasswell sebagai berikut :

siapa’, mengatakan’apa’, ‘dengan saluran ‘apa’, kepada ‘siapa’, dan dengan ‘akibat’ atau ‘hasil apa’ ( Who ? Says what ?In which channel ? To whom ?with what effect ? )—Harold Lasswell (1960)

Prinsip pertama: Sumber dan Peenerima: Komunikasi merupakan urat nadi kehidupan manusia. Komunikasi menjalin dan mengintegrasikan manusia ke dalam sebuah komunitas, masyarakat dari  lokal sampai global. Komunikasi adalah sarana manusia untuk mendapatkan kekuasaan.

Komunikasi melibatkan dua komponen vital.

  1. Sumber/Komunikator
  2. Penerima/Komunikan

Dikatakan komunikasi karena melibatkan umpan balik antara partisipan, ada aksi dan reaksi antara sumber dan penerima.

Prinsip keduaGagasan yang Dikemas (Pesan) Komunikasi terjadi ketika ada pertukaran pesan, dari ide-ide, gagasan, dari sumber kepada penerima. Pesan ditransfer lewat komunikasi langsung (antar pribadi, publik) dan lewat medium (radio, televisi, surat kabar, majalah, internet, telephone).

Pesan menggunakan simbolik berupa bahasa. Dua bentuk kemasan pesan :

  1. Kemasan verbal (ucapan, nyanyian, tulisan, pidato).
  2. Kemasan non-verbal ( gerakan tubuh, jari, raut muka, sikap, tatap muka).

Prinsip ketiga: Tujuan Kekuasaan : Setiap orang berkomunikasi adalah adanya keinginan yang disengaja untuk mendapatkan kekuasaan, seperti : 1). nilai hormat dalam pergaulan sosial, 2). memperoleh prestise, penghormatan dan 3). kekuasaan politik. Komunikasi yang bersifat lunak, yaitu komunikasi yang dilakukan hanya sekedar basa-basi. Komunikasi yang bersifat keras dibaliknya motivasi dan keinginan seseorang untuk mendapatkan pengaruh dan keinginan mengontrol orang lain.

Prinsip keempatHambatan Komunikasi : Terjadinya kemasan yang bersifat arbitrair, pesan mengalami tafsir bias karena terjadinya hambatan baik karena penggunaan alat-alat dan teknologi,  menyebabkan terjadinya gangguan, distorsi, noise (hambatan) dan hambatan semantik maupun fisik, karena adanya cara berkomunikasi yang bersifat hight contex dan low contex.  Gangguan semantik disebabkan oleh ketidakjelasan simbol pesan yang disampaikan karena gangguan psikologis (biasanya pada penggunaan high contex, sedangkan gangguan fisik lebih disebabkan oleh faktor  situasional, alat-alat, sarana, tempat dan konteks waktu.

Prinsip kelima : Effect  Komunikasi : Proses komunikasi mengakibatkan suatu dampak tertentu (effect) pada penerima, yang mana effek tersebut pada proses selanjutnya juga mempunyai umpan balik kepada sumber komunikasi. Begitulah seterusnya terjadi proses transaksional yang tak pernah berhenti. Jika digambarkan sebagai berikut:

Message

Channel

SOURCE                                                                                           RECEIVER

Encoding                                                                                        Decoding

Interpreting                                                                                   Interpreting

Feedback

(diagramnya tidak dapat diupload)

Prinsip keenam: Optimalisasi Komunikasi : proses transaksional berjalan dengan efikas jika terdapat kesamaan kepentingan dan pertautan minat, antara sumber dan penerima.   Overlaping of interest tersebut dapat terjadi jika keduanya mempunyai persamaan dalam ‘kerangka referensi’ (frame of reference), seperti persamaan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, latar belakang budaya, kesamaan pandangan dunia, agama, kepercayaan dll. Semakin besar tingkat persamaan dalam kerangka referensi maka akan semakin mudah proses komunkasi berlangsung.

Prinsip ketujuhPengaruh Strategi  Komunikasi : dalam tingkat partisispasi dari para partisipan komunikasi yang terlibat, optimalisasi hasil komunikasi tergantung juga pada bagaimana proses komunikasi berlangsung, yang biasanya melibatkan 2 bentuk  komunikasi: 1). komunikasi satu arah (one way communication), dalam hal ini yang aktif terlibat hanya sumber. 2). Komunikasi dua arah (two way communication),  yakni apabila partisipan semua terlibat aktif dalam tindak komunikasi.

2. Komunikasi massa

Komunikasi yang dilakukan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik. Karakteristik komunikasi massa antara lain: 1). Sumber membidik sasaran khalayak yang luas, 2). Medianya umumnya bersifat publik dan bukan pribadi, 3). Pola penyampaian lebih cepat dan dilakukan secara berkala, 4). Sifatnya komunikasi satu arah, 5). Kegiatan komunikasi dilakukan secara terencana, terjadwal, dan terorganisasi, 6). Isi pesan media massa mencakup berbagai bidang kehidupan manusia

Tugas media massa, seperti televisi dalam pembangunan  antara lain:

  1. Sebagai penyebarluasan (amplifier) gagasan-gagasan, ide-ide pembaharuan kepada masyarakat, baik inovasi pemikiran maupun peralatan baru, agar gagasan tersebut dapat dimengerti dan diterima oleh masyarakat .
  2. Sebagai pengawal perubahan sosial, supaya proses diffusi inovasi dan sosialisasi tidak menimbulkan gejolak yang merugikan, setidaknya mencakup empat tahapan : (1) pengenalan pengetahuan baru, (2) persuasi untuk mencoba, (3) keputusan untuk mematuhi dan menjalankan, (4) pengakuan dan konfirmasi atas manfaat yang diperolehnya.
  3. Sebagai kontrol atas perilaku Negara dan Masyarakat dalam proses menjalankan fungsi, wewenang dan tugasnya masing-masing.
  4. Sebagai fasilitator peradaban, yakni memperkokoh budaya yang berlaku, membimbing masyarakat untuk mempertahankan nilai budaya sendiri yang adiluhung dan siap menerima budaya baru, serta ikhlas meninggalkan budaya lama yang dianggap bertentangan atau tak lagi bersesuaian dengan budaya baru yang dianutnya.
  5. Sebagai media pendamai (peacefull jurnalism) dalam sistem peradaban global yang semakin terseragamkan dan meningkatnya suhu konflik antar kepentingan dan antar golongan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s