By Foundation of Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA

ASEAN COMMUNITY 2015 Budaya sebagai pendukung dan pemerkokoh Komunitas

Oleh :
Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA
Di presentasikan di Mataram, Lombok dalam Rangka FORUM SILATURAHMI KERATON NUSANTARA, 25-28 Oktober 2013.

A. PERANAN BUDAYA
Peranan budaya untuk memperkuat dan mendukung cita-cita membentuk ASEAN Community 2015, yang paling sederhana “peranan” tersebut berupa kegiatan budaya bersama.
B. TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan budaya tersebut ditujukan untuk:
1. Membangun identitas ASEAN,
2. Menggalang kekerabatan (solidaritas sosial),
3. Mengembangkan dan melestarikan budaya ASEAN,
4. Merealisasikan spirit bersama untuk bersatu, dan hidup berdampingan secara damai.
C. APA ITU BUDAYA
Budaya menunjuk pada suatu bidang yang luas, what man speaking dan what man doing, baik yang tengah berlangsung atau yang sudah berlalu. Budaya berupa art-fact, mental-fact dan socio-fact.
Jadi, yang dimaksud Kegiatan Budaya yang kita sebut di atas, menunjuk aktivitas manusia untuk berkarya dalam bidang seni, informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan heritage.
D. KERANGKA TEORITIS
Untuk melakukan kegiatan budaya bersama, sebagaimana dimaksud di atas, kita membutuhkan sedikit dasar atau kerangka teoritis yang membimbing kita memperoleh konsep dan strategi yang implemented, fisibel dan realiasabel.
Teori komunikasi agaknya cocok untuk menjelaskan dan menyusun kegiatan budaya untuk mendukung ASEAN Community 2015.
Mengapa Komunikasi? Karena komunikasi adalah sharing of symbol, sharing of meaning, and sharing of idea, also sharing of information, share of values, share habit also share of experiment.
Most people say : With communication, life more beautifull and cheerfull.
Secara teoritis komunikasi, komunikasi mampu membangun kebersamaan, mampu menghilangkan kecurigaan, mampu menjembatani perbedaan, mampu meminimalisir kesalahpahaman dan mengubahnya menjadi saling pengertian, komunikasi juga mampu mengubah persepsi dan perilaku negatif terhadap orang lain menjadi positif,dll.
Asumsinya, apabila komunikasi berhasil dibangun dalam kegiatan bersama itu, maka ASEAN Community 2015 sangat mungkin dicapai secara cepat dan kuat.
Hal ini mengingat syarat berhasilnya komunikasi sangat bergantung pihak-pihak yang berpartisipasi (partisipan komunikasi), apakah karena dilandasi frame of thinking yang sama, ataukah partisipan mempunyai frame of reference yang kurang lebih sama, dan memang adanya kesediaan secara sukarela untuk :
(1). Menjunjung tinggi kesederajatan dan semangat kebersamaan,
(2). Menghormati perbedaan, agama, golongan, gender, ras, dan kesukuan
(3). Menghargai kebebasan dan kreativitas,
(4). Menjauhi kekerasan simbolik dan fisik,
(5). Berperilaku sopan-santun.
E. PROGRAM KEGIATAN
Dalam kegiatan budaya dibutuhkan semacam pedoman program dan berperilaku (code of conduct), agar kegiatannya selaras dengan tujuan mendukung terciptanya ASEAN COMMUNITY 2015, sebagaimana tercantum dalam “Blue-print of ASEAN socio-cultural Community.” Setidaknya ada tiga progam dan kaidah untuk bekerja sama dalam kegiatan budaya dimaksud, yaitu :
(1). Menghindari kegiatan budaya yang sifat dan karakternya sensitif, misalnya Kontes Ratu Kecantikan, masalah ritual dan religi, soal lingkungan.
(2). Meningkatkan frequensi dan kuantitas kegiatan bersama yang secara kultur ASEAN banyak kesamaannya, misalnya Festival Wayang, Festival Kuliner, Fashion Show, Artist in Residence, Symposium and workshop in Art, etc.
(3). Melakukan kolaborasi budaya yang memungkinkan melibatkan kerjasama dalam bidang budaya, baik Kolaborasi Tari, Drama, Sastra, Seni Rupa, dan Riset dll.
F. INSTITUSI DAN FASILITASI
Kegiatan budaya ini dilakukan oleh masyarakat ASEAN. Peran masyarakat yang tinggi akan mempercepat proses interaksi dan komunikasi people to people, dalam mewujudkan ASEAN UNION daam bidang budaya tersebut.
Dalam hal ini peranan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, Blogger Community, Pusat Studi dan Forum Studi ASEAN, Kerjasama Seni antar Institute dan Universitas, Kompetisi Olah Raga, Pepadi, Sanggar dan Komunitas seni lainya dapat memainkan peran aktif dalam hal ini.
Peran Pemerintah, khususnya Direktorat Jendral Kerjasama ASEAN memfasilitasi dan mengkoordinasi kegiatan budaya dimaksud, terutama dukungan dana dan fasilitas diplomatik untuk mempercepat proses terbentuknya Komunitas ASEAN ini.
G. DIAGRAM
1. Festival Culiner ASEA
2. Fashion Show
3. RESEARCH CENTRE ASEAN
People ——- Shared ——— 4. Artist in Residence ASEAN
to people Facilitied by Gov 5. Blogger Communities ASEAN
6. Festival of Wayang ASEAN, ect.
H. SPECIAL PROGRAM
Untuk dapat menghubungkan people to people, sangat bijak apabila Indonesia mempunyai inisiatif untuk membangun Stasiun Televisi, yang menyiarkan sehari-hari, situasi dan kondisi yang ada di negara-negara ASEAN. Dengan media yang sangat luar biasa ini, secara otomatis ASEAN dihubungan oleh teknologi komunikasi, mendampingi teknologi cyberspace yang sudah berlangsung selama ini.
Content program yang ada, di rancang-bangun selaras dengan blue-print yang telah dibuat, yang pendanaan, SDM dan seluruh perangkatnya perlengkapannya dapat diupayakan secara bersama, baik secara internal ASEAN maupun dengan Mitra bicara dan kerja ASEAN.
ASEAN TELE bukanlah impian. Hal ini dapat segera dilaksanakan mengingat ketersediaan SDM, Dana dan Teknologi telah mencukupi. Kami jelas siap membantu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s