By Foundation of Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA

Message Packaging


Orientasi Teoritik Studi Pesan/by Andrik Purwasito

 Apakah pesan itu?

Pesan dalam bahasa Prancis message (baca: mesaz), berasal dari bahasa latin “missus” artinya mengirim dan digunakan sejak akhir abad ke XI untuk mengatakan “sesuatu yang kita kirimkan ( ce que l’on tramet). Sekarang pesan digunakan untuk memberi definisi tentang “isi” (content) yang dikirimkan, seperti isi percakapan secara langsung maupun lewat telpun, isi yang dikemas lewat iklan, isi media elektronik dan cetak, isi film, isi buku, isi brosur, isi baliho, (media content). Dalam hal ini yang termasuk pesan adalah “segala sesuatu” yang dipertukarkan dalam proses komunikasi, melalui berbagai produksi manusia.

Di Prancis secara khusus, pesan berarti juga, untuk menggambarkan bagaimana komunikasi resmi antara Pejabat Negara dan Kekuasaan Legislatif. Dengan demikian definisi pesan dalam masyarakat Prancis digunakan untuk menunjuk pada proses komunikasi politik antar lembaga negara.

Pengertian pesan, sesuai dengan perkembangan jaman, dalam kamus bahasa Prancis Petit Robert, disebutkan menjadi sekumpulan tanda-tanda yang dikelola berdasarkan kode-kode tertentu yang dipertukarkan antara komunikator dan komunikan melalui saluran (ensemble de signaux organises selon un code et qu’un emetteur transmet a un recepteur par l’intermediare d’un canal). Pengertian “message” tersebut menurut kamus Prancis selalu dihubungkan dengan semiology dan cybernetique.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gagasan komunikator yang dipertukarkan (dikomunikasikan) kepada komunikan dalam wujud tanda-tanda tertentu, yang mengandung maksud tertentu, untuk mendapatkan hasil tertentu (kekuasaan) yang ditetapkan.

2. Apakah rekayasa pesan?

Rekayasa pesan adalah proses penciptaan pesan melalui pengolahan cipta (gagasan yang ingin disampaikan), dengan rasa (intuisi yang membimbing) dan karsa (kehendak yang mewujudkan), yang hasil akhirnya berupa kemasan. Dapat digambarkan bagaimana pesan merupakan kemasan gagasan sebagai berikut:

 Dalam proses rekayasa pesan, pengolahan cipta, rasa dan karsa sehingga menghasilkan kemasan, dikonstruksi melalui rekayasa simbolik, yang melibatkan kesadaran individual dan kesadaran kolektif. Pesan adalah gagasan komunikator yang dimanifestasikan dalam wujud kemasan. Definisi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Bahwa Pesan sebagai Rekayasa simbolik
  • Bahwa Rekayasa simbolik menghasilkan Kemasan
  • Bahwa kemasan dielaborasi dari cipta, rasa, karsa Komunikator
  • Bahwa cipta, rasa, karsa Komunikator bersumber dari Pandangan dunia Komunikator
  • Bahwa Pandangan dunia diperoleh dari kesadaran diri dan kesadaran kolektif.

 Uuraian di atas maka dapat dijelaskan bahwa pesan adalah kemasan (message is packaging) gagasan, merupakan proses intelektual yang dikonstruksi melibatkan banyak faktor, seperti faktor psikologis, faktor gender, faktor sosial-budaya, faktor ekonomis dan faktor politis. Pesan sebagai rekayasa simbolik dibangun melalui proses sosialisasi komunikator, selain pewarisan leluhur yang diturunkan dari generasi ke generasi, diperoleh melalui pengalaman sosial. Sehingga komunikator dalam merekayasa pesan selalu merefers (merujuk) pada apa yang menjadi pandangan dunianya. Selain itu, rekayasa pesan juga merefers pada dua sumber kaidah berperilaku, yaitu pertama, sumber konvensi yang telah menjadi kaidah normatif dan kedua, seperangkat nilai yang menjadi pedoman berperilaku masyarakatnya.

Dengan demikian, kemasan sesungguhnya adalah representasi pikiran komunikator untuk menyampaikan gagasannya ketika berhadapan dengan dunia di luarnya.

 3. Apakah kemasan itu?

Kemasan sebagai hasil olahan cipta, rasa, karsa di dalamnya terkandung 5 (lima) unsur. 1. Komunikator, 2. Saluran, 3. Manifest, 4. Ruang dan Waktu, 5. Makna. Dapat digambarkan sebagai berikut:

 Penjelasan mengenai bagaimana kemasan dikontruksi oleh Komunikator, dari diagram kelima unsur tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Komunikator : pentingnya mengetengahkan tentang status dan peran komunikator dalam masyarakat, motif dan kepentingannya.
  • Saluran : pentingnya menjelaskan saluran yang digunakan, apakah media tradisional, media cetak/elektronika, media baru
  • Manifestasi : wujud kemasannya apakah berupa arsitektur, sastra, seni (suara, rupa, pertunjukan), tata ruang
  • Ruang dan waktu : menyebutkan dimana dan kapan kemasan itu dibuat.
  • Makna : makna yang manifest dan makna yang laten (gunakan 7 formula tafsir pesan yang sudah ada).

Comments are closed.